Lingkungan Rumah dan Kejadian Difteri di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut

Basuki Kartono

Abstract


Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya (55 kasus dan 15 meninggal) dan Kabupaten Garut (17 kasus dan 2 meningal, CFR = 11,76%, AR = 1,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan rumah dengan kejadian difteri pada Kejadian Luar Biasa difteri tersebut. Penelitian dengan desain kasus kontrol dengan kasus adalah anak usia 1 – 15 tahun penderita atau karier difteri berdasarkan hasil diagnosis klinis dan pemeriksaan laboratorium. Kontrol adalah anak usia 1 – 15 tahun yang bukan penderita atau karier. Pengumpulan data dilakukan wawancara terstruktur pada ibu anak pada kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel kepadatan hunian ruang tidur (nilai p = 0,003, OR = 15,778), kelembaban dalam rumah (nilai p = 0,041, OR = 18,672), jenis lantai rumah (nilai p = 0,003, OR = 15,790), sumber penularan (nilai p = 0,001, OR = 20,821), status imunisasi (nilai p = 0,000, OR = 46,403) dan pengetahuan ibu (nilai p = 0,007, OR = 9,826) berhubungan bermakna dengan kejadian difteri. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian difteri adalah status imunisasi, DPT dan DT yang tidak lengkap (OR = 46,403 ). Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut agar lebih meningkatkan pencapaian imunisasi lengkap DPT ataupun DT. Di samping meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dan penyakit difteri kepada ibu-ibu dan peningkatan kualitas lingkungan rumah.

Kata kunci : Difteri, KLB, lingkungan rumah.

Abstract

The recent diphtheria outbreak occurred in Tasikmalaya and Garut Districts caused 55 cases and 15 deaths in Tasikmalaya and 17 cases and 2 deaths in Garut had CFR of 11.76% and AR of 1.5%. This study aimed at investigating the relationship between house environment and that diphtheria outbreak. The study has case-control design with case is defined as child aged 1-15 years old who had diphtheria or act as diphtheria carrier based on clinical diagnostic and laboratory test. Control is defined as child with similar age range to cases without diphtheria and non-carrier. Data was collected through structured interview to the mothers of subject using questionnaire. The multivariate analysis showed that bedroom density (p=0.003, OR=15.778), humidity level in the house (p=0.041, OR=18.672), type of house floor (p=0.003, OR=15.790), source of infection (p=0.001, OR=20.821), immunization status (p=0.000, OR=46.403) and mother’s knowledge (p=0.007, OR=9.826) are significantly related to diphtheria outbreak. The most dominant factor is incomplete DPT and DT immunization status (OR=46.403 ). It is suggested that Health Offices in Tasikmalaya and Garut districts to increase their complete DPT and DT immunization coverage, to increase knowledge on immunization and diphtheria among mothers and to improve the house environment quality.

Keywords: Diphtheria, outbreak, house environment.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v2i5.250

Refbacks

  • There are currently no refbacks.