Perlukah Keselamatan Pasien Menjadi Indikator Kinerja RS BLU?

Masyitoh Basabih

Abstract


ABSTRAK

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan melalui peraturannya mengamanahkan pentingnya keselamatan pasien. Hal ini dapat dilihat dari disebutkannnya keselamatan pasien dalam empat pasal di Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan secara khusus dalam Peraturan Menteri Kesehatan. Pentingnya isu kesela-matan pasien di rumah sakit tidak berbanding lurus dengan indikator kinerja Rumah Sakit BLU yang tertulis dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan. Dalam Perdirjen ini, dapat dilihat bahwa penilaian kinerja RS BLU terdiri dari aspek keuangan dan aspek pelayanan. Keselamatan pasien dapat dilihat pada aspek pelayanan lebih khu-susnya dapat dilihat pada kelompok indikator mutu klinik yang memiliki skor maksimal 12 dari 100. Mutu klinik di ukur dengan lima indikator yang empat di antaranya adalah angka kematian. Jika merujuk kepada besarnya penekanan terhadap keselamatan pasien dan definisi keselamatan pasien, maka pertanyaannya adalah apakah indi-kator berupa angka kematian cukup merepresentasikan pentingnya keselamatan pasien dirumah sakit? Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran peranan keselamatan pasien dalam tatanan indikator kinerja Rumah Sakit BLU. Penulisan ini menggunakan metode literatur review. Hasil dari telaah ini menunjukkan bahwa upaya kesela-matan pasien belum sepenuhnya menjadi tolak ukur kinerja Rumah Sakit BLU.

 

ABSTRACT

The government which is the Ministry of Health through its regulations mandates the importance of patient safety. This can be seen from the mention of patient safety in the four articles in Undang-Undang Number 44 Year 2009 about Hospital and specifically in the Minister of Health Regulation. The importance of patient safety issues in hos-pitals is not directly proportional to the performance indicators of the BLU Hospital written inPeraturan Direktur Jenderal Pembendaharaan Number 34 Year 2014 about the Guidelines for Performance Appraisal of Public Ser-vice Bodies for Health Services. In this regulation, it can be seen that the performance assessment of BLU Hospital consists of financial aspect and service aspect. Patient safety can be seen in service aspect more specially can be seen in group of clinical quality indicator which have maximum score 12 from 100. Clinic quality is measured with five indicator which four of them is death rate. If it refers to the magnitude of the emphasis on patient safety and the definition of patient safety, then the question is whether the indicator of mortality adequately represents the im-portance of patient safety in the hospital? This article aimed to provide an overview of the role of patient safety in the performance indicators of hospital performance BLU. This study was conducted by using the literature review method. The results of this study indicate that the patient's safety efforts have not fully become the benchmark of BLU Hospital performance. 


Keywords


patient safety; hospital; performance indicators of BLU Hospital

Full Text:

PDF

References


(1) Aihw 2013. Australian Hospital Statistic 2012 - 2013. Australian Institute Of Health And Welfare.

(2) Bjertnaes, O., Deilkås, E. T., Skudal, K. E., Iversen, H. H. & Bjerkan, A. M. 2014. The Association Between Patient-Reported Incidents In Hospitals And Estimated Rates Of Patient Harm. Interna-tional Journal For Quality In Health Care 26-30.

(3) Doucette, D. & Millin, B. 2011. Should Key Performance Indicators For Clinical Services Be Mandatory? The Canadian Journal Of Hospital Pharmacy, 64.

(4) Kars 2012. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit Standar Akreditasi Versi 2012. Jakarta: Komite Akreditasi Rumah Sakit.

(5) Kbbi. 2016. Kemdikbud. Available: Http://Kbbi.Web.Id/Standar-2 [Accessed 11 Oktober 2016 2016].

(6) Kemkes 2008. Keputusan Menteri Kesehatan No 129 Tahun 2008 Ten-tang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. In: Kesehatan, K. (Ed.). Jakarta: Kementerian Kesehatan.

(7) Kemkes 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. In: Kesehatan, K. (Ed.). Jakarta: Kementerian Kesehatan.

(8) Kemkes 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/Menkes/Per/Viii/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

(9) Kemkeu 2014. Peraturan Jenderal Perbendaharaan Nomer Per-34/Pb/2014 Tentang Pedoman Pebilaian Kinerja Bdan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan. In: Keuangan, K. (Ed.). Jakarta: Kementerian Keuangan.

(10) Makary, M. A. & Daniel, M. 2016. Medical Error—The Third Leading Cause Of Death In The Us. Bmj 353.

(11) Murphy, D. M., Shannon, K. & Pugliese, G. 2009. Risk Management Handbook For Health Care Organizations. In: Carroll, R. L. (Ed.) Patient Safety And The Risk Management Professional New Challenges And Opportunities. San Francisco: Jossey Bass.

(12) Pp. 2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Jakarta.

(13) Rozner, S. 2013. Developing And Using Key Performance Indicators A Toolkit For Health Sector Managers.

(14) Wung, C. H.-Y., Yu, T.-H., Shih, C.-L., Lin, C.-C., Liao1, H.-H. & Chung, K.-P. 2011. Is It Enough To Set National Patient Safe-ty Goals? An Empirical Evaluation In Taiwan. International




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v3i2.2220

Refbacks

  • There are currently no refbacks.