Analisis Kelengkapan Catatan Rekam Medis Kasus Tetralogy of Fallot pada Implementasi INA-CBGS di RSPJN Harapan Kita

Indriwanto Sakidjan

Abstract


ABSTRAK

Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif ini mengkaji ketidaktepatan pengisian catatan rekam medis dan ketidaktepatan melakukan koding dalam INA-CBG yang menyebabkan pelayanan menanggung risiko financial pada kasus Tetralogy of Fallot di unit Pediatrik Kardiologi dan Penyakit Jantung Bawaan RS Harapan Kita periode Januari-September 2013. Dengan hasil 21,4% kasus dengan diagnosis sekunder yang tidak lengkap dan selisih klaim Rp 251.273.615,00 (4%). Faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan isian rekam medik adalah: tanggung jawab, sarana, standar pelayanan operasional, pembinaan, pemantauan, dan sosialisasi. Saran untuk dilakukan peningkatan sarana dan prasarana fisik serta pengelolaan kebijakan seperti adanya SPO pengisian rekam medis, sosialisasi, pembinaan staf dan pemantauan secara berkala.

 

ABSTRACT

This qualitative study discusses the inaccuracies on medical record entry charging, and inaccuracy on coding that caused provider bear the financial risk in the case of Tetralogy of Fallot in INA-CBG at the Pediatric Cardiology and congenital heart disease unit RS Harapan Kita from January-September 2013. This study showed that 21.4% of cases with incomplete secondary diagnosis and the difference between the claim of Rp 251.273.615,- (4%). Factors contributed incomplete secondary diagnoses are: responsiblity, physical facilities, standard operating procedure of medical record, training, monitoring, and socialization. Therefore, tt is recommended to improve: physical facilities, structure and infra-structure, standard operating procedure of medical record, socialization, training and monitoring at regular intervals. 


Keywords


completeness; medical records; INA-CBGs; difference of claim

Full Text:

PDF

References


(1) Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bulletin BUK dalam . Jakarta: Kementerian Kesehatan.

(2) Park MK. (2008). Tetralogy of Fallot in Paediatric Cardiology for Practioner, 5th ed. St.Louis: Mosby.

(3) Driscoll, DJ. (2006) “Right-to-Left Shunt” in Fundamentals of Pediatric Cardiology 1st ed. Philadelphia: Lippincott Wlliams & Wilkins: 90-119.

(4) Hatta G.R. (1989). Rekam Medis dalam Praktik Dokter Keluarga. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

(5) Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Republik ndonesia No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medik /Medical Record. Jakar-ta: Kementerian Kesehatan.

(6) Hatta, G. R. (1993). Peranan Rekam Medik dalam Tanggung Gugat Prakter Profesional Tenaga Medik dalam Laporan Rakernas I dan Kumpulan Makalah Seminar Nasional I & Rapat Kerja Nasional I 1993. Jakarta: PORMIKI.

(7) Huffman E.K. (1994). Health Information Management. Illinois: Physi-cian’s Record Company.

(8) Saryono, Anggraeni. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam bidang Kesehatan. Ed 1. Yogyakarta: Nuha Medika Yogyakarta.

(9) Moleong L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Ed 22. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Bandung.

(10) Ilyas, Y. (2000). Perencanaan SDM Rumah Sakit: Teori, Metoda dan Formula. Depok: Pusat Kajian Kesehatan FKM Universitas Indonesia.

(11) Sakidjan, Indriwanto. (2013). Analisis Kelengkapan Catatan Rekam Medis Kasis Tetralogy of Fallot pada Implementasi INA-CBGs di RSPJN Harapan Kita. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v1i1.2167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.