Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Open Defecation Free (ODF)

Yanti Diastiningsih Diastiningsih

Abstract


AbstrakPada Tahun 2019, di Indonesia ada sebanyak 20,44% rumah tangga yang tidak memiliki jamban dengan akses septic tank untuk pembuangan akhir tinja. Di Kota Depok tepatnya di Kelurahan Tugu, ada sebanyak 387 rumah tangga yang belum mempunyai septic tank.  Oleh karena itu, pentingnya pelaksanaan Open Defecation Free (ODF) guna mencegah terjadinya sanitasi yang buruk dan dampak kesehatan yang ditimbulkan. Kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan ini bertujuan menetapkan prioritas masalah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ODF di tingkat rumah tangga dan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan perilaku ODF. Penetapan prioritas masalah menggunakan Urgency, Seriousness, Growth (USG). Faktor risiko dalam penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga di Kelurahan Tugu dengan besar sampel 37 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan korelasi. Intervensi dilakukan melalui pemicuan dan advokasi. Berdasarkan penetapan prioritas masalah yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk membangun septic tank. Hasil analisis faktor risiko dengan kejadian buang air besar sembarangan berdasarkan 6 faktor yang diteliti hanya 2 faktor terkait yakni pengetahuan dan peran tokoh masyarakat. Dari intervensi yang dilakukan, terdapat perubahan pengetahuan dan telah dilakukan sosialisasi dan berhasil meningkatkan perubahan pengetahuan pada rumah tangga. Terdapat 2 faktor yang sangat mempengaruhi penerapan ODF di Kelurahan Tugu yaitu pengetahuan dan peran tokoh masyarakat. Faktor tersebut diperkirakan dapat memicu perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat RW 1 Kelurahan Tugu. Kata Kunci : Faktor risiko buang air besar sembarangan; Kelurahan Tugu; Open Defecation Free

Full Text:

PDF

References


Abdussamad, Zulkhaedir, dkk. 2021. Promosi Kesehatan : Program Inovasi dan Penerapan. Kota Bandung : Penerbit Media Sains Indonesia.

Bhatt, N. et al. (2019). What motivates open defecation? A qualitative study from a rural setting in Nepal. PLoS ONE, 14(7), pp. 1–15. doi: 10.1371/journal.pone.0219246.

Dinkes Kota Depok, 2021,Profil Kesehatan Kota Depok Tahun 2013,Depok: Dinkes Kota Depok http://dinkes.depok.go.id/wp-content/uploads/Narasi-Profil-Kesehatan-2020.pdf (diunduh 28 Januari 2022)

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Indikator Program Kesmas dalam RPJMN dan Renstra Tahun 2020-2024.

Krisnu Putri, A.A.W & Notes, N. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Status Buang Air Besar Sembarangan di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.11 No.2 Oktober 2021:90-98

Muchsin, T. & Saliro, S.S. (2020). Open Defecation Free in Kartiasa Village in The Era of Regional Autonomy: Implementation and Barriers. Jurnal Hukum dan Pemikiran, Vol 20.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta

Odagiri, M. et al. (2017). Enabling factors for sustaining open defecation-free communities in rural Indonesia: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(12), pp. 1–20. doi: 10.3390/ijerph14121572.

Paladiang, R., Haryanto, J. & Mar’ah Has, E.M. (2020). Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Desa Kiritana Kecamatan Kambera. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 5 (1).

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/116706/permenkes-no-3-tahun-2014

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

Pradithia, S. (2008). Analisis Kebutuhan Tenaga Sanitarian Berjenjang SKM Puskesmas Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. Universitas Indonesia. https://lib.ui.ac.id/bo/uibo/detail.jsp?id=123609&lokasi=lokal

Pusdatin Kementerian Kesehatan. (2020). Infodatin: Air dan Kesehatan.

Rathomi, H.S. & Nurhayati, E. (2019). Hambatan dalam Mewujudkan Open Defecation Free. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains. Vol.1. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/jiks/article/view/4325/pdf diakses pada 11 Januari 2022.

Tessema, R.A. (2017). Assessment of The Implementation of Community-Led Total Sanitation, Hygiene, and Associated Factors in Diretiyara District, Eastern Ethiopia. PLoS ONE 12(4).

Widyaningsih, Dwi dan Dwi Suharyanta. 2020. Promosi dan Advokasi Kesehatan. Yogyakarta : Penerbit Deepublish.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.