Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat

Yusran Nasution

Abstract


Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dalam mitigasi kebakaran, menilai bentuk-bentuk penanggulangan kebakaran di masyarakat dan
mengembangkan model berbasis masyarakat dalam mitigasi kebakaran. Kelompok diskusi terarah dilakukan pada 130 informan yang terdiri dari
unsur-unsur rukun tetangga, rukun warga, pembinaan kesejahteraan keluarga, perlindungan masyarakat atau pertahanan sipil, tokoh masyarakat, dewan kelurahan, karang taruna, dan anggota barisan sukarelawan kebakaran (Balakar). Seluruh informan menilai bahwa masyarakat perlu memiliki tujuan bersama dan motivasi yang kuat untuk mencegah kebakaran guna menurunkan risiko kebakaran serta mencegah dan meminimalkan korban. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang telah dilakukan dalam mencegah kebakaran adalah saling mengingatkan warga lain tentang bahaya kebakaran, remaja dan hansip mengikuti pelatihan Balakar di kelurahan dan setelah pelatihan mempersiapkan kelompok remaja sebagai pelopor yang bergerak memadamkan api saat terjadi kebakaran, serta mempraktekkan perilaku aman saat menggunakan peralatan listrik dan kompor di rumah. Namun demikina, informan belum memiliki suatu model berbasis masyarakat yang khusus menangani kebakaran, kecuali Balakar.
Melalui pengembangan model berbasis komunitas ini diharapkan kejadian kebakaran dapat diminimalisir sehingga kejadian kebakaran tidak meningkat pada masa mendatang.

Kata kunci: Mitigasi kebakaran, masyarakat, pengendalian kebakaran, anggota balakar

Abstract

The efforts on fire prevention and early fire fighting can reduce fire risk mainly in urban slum area. The research objectives were to identify needs community on fire mitigation, to assess types of fire controlling in community, and to develop community-based model in fire mitigation. Focus group discussions were conducted in 130 informants consisted of RT, RW, PKK, linmas/hansip, community leaders, dewan kelurahan, youth organization, and balakar members. All informants considered that community should
have the similar objective and strong motivation on fire prevention to reduce fire cases, and also to minimize the number of victims. There were a lot of
types of preventive efforts on fire cases i.e. reminding other people on fire dangers, youth people and security staffs involved in balakar training at village
office, and practicing safe behavior when using electrical tools/kits and stove at home. However, some informants said that they had no specific other
community based model on fire prevention, except balakar. By developing community based model, it can reduce fire cases in order not to increase anymore in future.

Key words: Fire mitigation, community, fire controlling, balakar member


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v6i4.97

Refbacks

  • There are currently no refbacks.