ESTIMASI RISIKO KESEHATAN PAJANAN BESI DAN MANGAN PADA AIR TANAH SEBAGAI AIR MINUM MASYARAKAT DI KOTA DEPOK, JAWA BARAT (HASIL SURVEI KUALITAS AIR BPP PDAM TIRTA ASASTA KOTA DEPOK 2018)

Marhamah Dwi Anjani, Bambang Wispriyono

Abstract

Latar Belakang. Air tanah berperan penting sebagai sumber pemenuhan air bersih dan air minum sehari-hari di Kota Depok. Air tanah dianggap memiliki kualitas alami yang baik, namun tidak berarti semua air tanah berkualitas baik. Besi dan mangan merupakan logam esensial dan juga toksik yang sering ditemukan pada air tanah. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko pajanan besi dan mangan pada air tanah sebagai air minum. Pengumpulan data konsentrasi besi dan mangan didapatkan dari data hasil survei kualitas air tanah oleh BPP PDAM Tirta Asasta Kota Depok tahun 2018 sebanyak 63 sampel. Data lainnya, antropometri, laju aktivitas, dan pola konsumsi air minum didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan secara langsung di rumah 63 responden. Hasil. Hasil analisis konsentrasi besi dan mangan menunjukkan hanya terdapat 18 sampel yang melebihi baku mutu konsentrasi mangan menurut Permenkes 492/2010. Jumlah estimasi asupan besi dan mangan masing-masing 5,02059 x 10-4 mg/kg/hari dan 5,52265 x 10-3 mg/kg/hari. Sedangkan RQ non karsinogenik besi dan mangan masing-masing 0,00072 dan 0,03945 yang menunjukkan bahwa tidak berisiko atau aman. Simpulan. Hasil analisa lebih lanjut menemukan bahwa asupan harian besi dan mangan menurut umur dan jenis kelamin dikategorikan defisiensi (Asupan besi dan mangan<AKG dan <DRI).

Kata Kunci:

Air Minum; Air Tanah; Risiko Kesehatan; Pajanan Besi; Mangan

Full Text:

PDF

References

ATSDR. (2012). Toxicological Profile for Manganese. Atlanta: US Department of Health and Human Services. [online] Tersedia pada:www.atsdr.cdc.gov/ToxProfiles/tp151.pdf [Diakses pada 26 Maret 2019]

Baker, D. & Nieuwenhuijsen, M. J. (2008) Environmental Epidemiology Study Methods and Application. New Yok, Oxford University Press Inc.

Bouchard M, Laforest F, Vandelac L, et al. (2007). Hair manganese and hyperactive behaviors: Pilot study of school-age children exposed through tap water. Environ Health Perspect. 2007c;115:122–127.

Dev, S. and Babitt, J. (2017). Overview of iron metabolism in health and disease. Hemodialysis International, 21, pp.S6-S20. [Online] Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5977983/ [Diakses pada 2 Mei 2019].

IOM. (2006) Dietary Reference Intakes.Washington DC: The National Academic Press

Fallahzadeh, R. A., Ghaneian M. T., Miri, M., et al. (2017) Spatial Analysis and Health Risk Assessment of Heavy Metals Concentration in Drinking Water Resources. Enviromental Science Pollution Res Int 2017, 24 (32): 790-802 [online] Tersedia pada: DOI: 10.1007/s11356-017-0102-3 [Diakses pada 21 Februari 2019]

Kemenkes RI. (2012) Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Direktorat Jenderal PP dan PL Kementrian Kesehatan.

Okoro, N., Omeje, E. O., Osadebe, P. O. (2017) Comparative Analysis of Three Borehole Water Sources in Nsukka Urban Area, Enugu State, Nigeria. Resources and Environment 2017, 7 (4): 110-114. [online] Tersedia pada: 10.5923/j.re.20170704.04 [Diakses pada 4 Maret 2019].

Papanikolaou, G. and Pantopoulos, K. (2005). Iron metabolism and toxicity. Toxicology and Applied Pharmacology, 202(2): 199-211. [online] Tersedia pada: DOI: 10.1016/j.taap.2004.06.021 [Diakses pada 15 April 2019].

NCBI Pubchem. (2018) Water. Diakses pada:https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/962 [Diakses pada 15 Desember 2018]

Sakizadeh, M. & Mirzaei, R. (2016) Health Risk Assessment of Fe, Mn, Cu, Cr in Drinking Water in some Wells and sSprings of Shush and Andimeshk, Khuzestan Province, Southern Iran. Iranian Journal of Toxicology 10(2): 29-35 [online] Tersedia pada: arakmu.ac.ir at [Diakses pada 25 Februari 2019]

Slamet, J. S. (2014) Kesehatan Lingkungan. Penerbit Gajah Mada University Press, Yogyakarta

WHO. (2003). Iron in Drinking Water, Background document for development of WHO Guildelines for Drinking-water Quality. Geneva: World Health Organization. [online] Tersedia pada: https://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/iron.pdf[Diakses pada19 Februari 2019]

Wasserman GA, Liu X, Parvez F, et al. (2006). Water manganese exposure and children's intellectual function in Araihazar, Bangladesh. Environ Health Perspect. 2006;114(1):124–129

Yuen, H. and Becker, W. (2019). Iron Toxicity. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459224/ [Diakses pada 2 Mei 2019].

Refbacks

  • There are currently no refbacks.