e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 1, No 1 (2016)

Biaya dan Outcome Hemodialisis di Rumah Sakit Kelas B dan C

firda tania, Hasbullah Thabrany

Abstract


 

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan kondisi yang semakin meningkat kejadiannya di Indone­sia, menghabiskan banyak dana publik Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam program JKN, hemodi­alisis (HD) untuk penanganan GGK dijamin tetapi perleu keseimbangan antara biaya dan outcome. Sejak 2014, BPJS menanggung hampir seluruh biaya HD di Indonesia dengan besaran tarif Casemix Base Group (CBG) yang berbeda menurut kelas Rumah Sakit (RS). Tujaun dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan biaya Hemodialisis pada Rumah Sakit Kelas B dan Kelas C.Studi evaluasi ekonomi ini dilakukan di dua RS dengan kelas berbeda: kelas B (RS B) dan kelas C (RS C) dengan perbedaan kepemilikan. Kepemilikan RS B adalah pemerintah daerah sedangkan RS C dimiliki oleh yayasan swasta. Outcome HD diukur dengan suatu survey ke pasien HD. Analisis outcome dilakukan dengan penilaian kualitas hidup (instrumen EQ-5D) dengan Indeks EQ, EQ VAS, intermediate outcome berupa rerata Intra Dialytic Weight Loss (IDWL), dan rerata Hb. Perbedaan rerata nilai hasil diuji dengan Student’s t-test. Responden dipilih dari pasien GGK yang menjalani HD di kedua RS selama Feb­ruari-April 2016. Analisis biaya menurut perspektif pasien, meliputi biaya langsung medis, biaya langsung non medis, dan biaya tidak langsung. Biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh RS dikumpulkan dari doku­men RS. Studi kualitatif tambahan dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan kunci di RS yang bertanggung jawab atas unit HD. Pada penelitian ini, total responden sebanyak adalah 100 orang (di RS B 76 orang & di RS C 24 orang). Menurut perspektif pasien, biaya langsung medis HD selama sebulan di RS B Rp 5.215.331 dan di RS C Rp 7.781.744. Besaran tarif CBG untuk RS kelas B adalah Rp 962.800 dan kelas C adalah Rp 893.300. Menurut perspektif RS, tidak terdapat perbedaan biaya operasional HD antar kelas RS. Biaya langsung non medis HD selama sebulan di RS B Rp 566.260 dan di RS C Rp 334.500. Biaya tidak langsung HD selama sebulan di RS B Rp 165.530 dan di RS C Rp 45.830. Rerata total biaya HD selama sebulan di RS B Rp 6.149.285 dan di RS C Rp 8.162.077. Pada intermediate outcome didapatkan bahwa rerata Hb pada RS B sebesar 10,26 g% berbeda secara signifikan dengan RS C (8,21 g%), p= 0,000. Rerata IDWL pada RS B (0,0403) tidak berbeda secara signifikan dengan RS C (0,0438), p= 0.188. Rerata EQ Indeks sebesar 0,7178 dan EQ VAS sebesar 64,74 di RS B tidak berbeda secara signifikan dengan rerata EQ Indeks sebesar 0,7208 dan EQ VAS sebesar 64,79 di RS C, dengan p value secara berurutan p=0,94 dan p= 0,986


Keywords


Cost; Outcome; Hemodialysis; Class of Hospitals; CBG Prices; JKN .

Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v1i1.1763

Refbacks

  • There are currently no refbacks.