Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode Januari – Maret 2016

Antonius Artanto EP

Abstract


ABSTRAK

Terdapat sekitar 10-15% klaim yang tertunda pembayarannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tertundanya klaim Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial Kesehatan sesuai panduan klaim dan perjanjian kerjasama. Sumber data yang diambil berasal dari jumlah klaim yang tertunda di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo periode Januari - Maret 2016 dan menggali penyebab terjadinya permasalahan tersebut melalui informan. Penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan studi retrospektif dari data sekunder resume medis yang tidak lengkap dan wawancara serta diskusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi klaim tertunda adalah ketidaklengkapan resume medis yang didominasi ketiadaan tanda tangan Dokter Penganggungjawab Pasien (DPJP) disebabkan didapatkan adanya tugas ganda pada case manager sehingga terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian resume medis elektronik. Saran yang diajukan adalah penggunaan rekam medis elektronik, pemisahan tugas antara case manager dengan dokter ruangan, peningkatan kepatuhan case manager untuk menulis sejak awal data resume medis pasien antara lain dengan penilaian kinerja dan remunerasi terintegrasi.

 

ABSTRACT

There was 10-15% pending of claim because uncomplete medic in dr. Kanujoso Djatiwiwo Hospital. The purpose of this study is to find factors affecting pending of claims of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan as claims guidance and contract paper. Data sources has taken from pending of claims of dr Kanujoso Djatiwibowo hospital periode January – March 2016 and see the deeper problem behind this problems through informans. This study is quantitative qualitative research with analitic describtion method with retrospective study from pending of claims, interview and discussion. The result from this study shows factor affecting pending of claims is the absence of specialist doctor who responsible for the patien because there is double function  from case manager that effect delaying completing electronic medical resume. Suggest to use immediately electronic medical record, splitting job for case manager and doctor on ward, increasing obedience to write patien data from beginning such as performance evaluation and integrated remuneration.


Keywords


BPJS; claim; case manager; medical resume; signature

Full Text:

PDF

References


(1) ---------, Keputusan Menteri Kesehatan No 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal.

(2) ----------, Panduan Praktis Administrasi Klaim Faskes BPJS Kesehatan (2014))

(3) ----------, Peraturan Menteri Kesehatan no 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis.

(4) ----------, Peraturan Menteri Kesehatan no 27 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Sistem Indonesia Case Base Groups.

(5) ----------, Peraturan Menteri Kesehatan No 69 Tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

(6) ----------, IDI No.315/PB/A.4/88.

(7) ----------,Undang-Undang no 29 Tahun 2013 tentang Praktik Kedokteran.

(8) ----------, Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

(9) ----------, Undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

(10) ----------, 2014. Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional & Badan Penyelenggara Jaminan Sosial edisi terbaru. Bandung: Fokusindo Mandiri.

(11) Adikoesoemo, S., 2012. Manajemen Rumah Sakit. keenam ed. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

(12) Angger Sigit Pamukti dan Andre Budiman Panjaitan, 2016. Pokok-Pokok Hukum Asuransi. Pertama ed. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

(13) Boedihartono, H., 1991. Petunjuk Teknis Peyelenggaraan Rekam Medik/Medical Record Rumah Sakit. Jakarta: Depkes Direktorat Jendral Pelayanan Medik.

(14) Darmawi, H. ,2004, Manajemen Asuransi (Pertama ed.). Jakarta: PT. Bumi Aksara.

(15) Depkes. ,2006, Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia.

(16) Dewi Kurniawati, Ida Sugiarti. (Maret 2014). Tinjauan Pengisian Resume Keluar Rawat Inap Ruang Teratai Triwulan IV di RSUD Kabupaten Ciamis tahun 2012. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 2 (2337-585X), 1.

(17) Dian Mawarni, Ratna Dwi Wulandari, 2013. Identifikasi Ketidakanlengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Aministrasi Kesehatan Indonesia, April-Juni, 1(2).

(18) Dirjen YanMed Depkes RI.,1997, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rekam Medis.

(19) Dokumen Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan cabang Balikpapan dengan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (1 Januari 2016-31 Desember2016). Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional

(20) Farodis, Z., 2014. Buku Pintar Asuransi. pertama ed. Jakarta: Laksana.

(21) Hasmi, 2016, Metode Penelitian Kesehatan. Bogor: In Media.

(22) Hatta, R. G.,2008., Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: UI Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v4i2.2564

Refbacks

  • There are currently no refbacks.