Pengendalian Persediaan Obat Kemoterapi Melalui Pendekatan Analisis ABC Indeks Kritis di Ruang Pencampuran Instalasi Farmasi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2015

Layla Izzatul Khuriyati

Abstract


ABSTRAK

Salah satu pelayanan unggulan di RSMH adalah pelayanan Kemoterapi Terpadu. Sebagai salah satu sumberdaya dalam mendukung pelayanan tersebut adalah persediaan farmasi, yang termasuk di dalamnya adalah obat Kemoterapi yang relative mahal. Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, didalam melakukan pengendalian persediaan obat, belum mengklasifikasikan obat berdasarkan nilai pemakaian, nilai investasi dan kekritisan obat melalui metode tertentu. Maka dalam penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian obat kemoterapi melalui pendekatan Analisis ABC Indeks Kritis di ruang pencampuran Kemoterapi Instalasi Farmasi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan desain riset operasional dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 item obat, untuk kelompok A(60%-30%-10%) item obat kemoterapi adalah Paxus 100 mg injeksi. dengan nilai investasi sebesar Rp. 3.220.525.650,- dari total investasi Rp 33.509.826.356,-. Analisis Indeks Kritis kelompok A (70%-20%-10%) dengan nilai investasi sebesar Rp 11.045.150.780,- dari keseluruhan nilai investasi Rp 33.509.826.356,- terdiri dari 6 jenis item yaitu: Holoxan 1 gram injeksi, Leocovorin injeksi, Doxorubicin 50 mg injeksi, Brexel 20 mg injeksi, Brexel 80 mg injeksi dan Paxus 100 mg injeksi. Sedangkan kelompok A (80%-10%-10%) atau senilai Rp. 12.472.877.428,- dari total nilai investasi Rp. 33.509.826.356,- terdiri dari 8 item yaitu: Carboplatin 150 mg injeksi Holoxan 1 gram injeksi, Leocovorin injeksi, Doxorubicin 50 mg injeksi, Brexel 20 mg injeksi, Brexel 80 mg injeksi dan Paxus 100 mg injeksi, dan Taxotere 20 mg injeksi. Metode Analisis ABC Indeks Kritis ini dapat membantu rumah sakit dalam merencanakan kebutuhan obat dengan mempertimbangkan pemakaian, nilai investasi, kekritisan obat untuk melakukan efisiensi biaya rumah sakit.

 

ABSTRACT

One of the featured services at RSMH is integrated chemotherapy services. One of the resources in support of these services is a pharmaceutical supplies including the Chemotherapy drugs are relatively expensive. In conducting the inventory control Dr. Mohammad Hoesin Hospital not classify drugs based on user value, investment value and criticality of drugs through certain methods. So in this study aims to conduct chemotherapy drug control approach ABC Analysis Critical Index in the Cytostatica Handling Room of Pharmacy Instalation RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. This study design using operational research with quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that out of 83 drug items, for group A (60% -30% -10%) is a Paxus 100 mg injection. with an investment of IDR. 3,220,525,650, - of the total investment of IDR. 33,509,826,356, -.Critical Index Analysis group A (70% -20% -10%) with an investment of IDR. 11,045,150,780, - of the total investment value of IDR 33,509,826,356, - consists of six types of items, namely: Holoxan 1 gram injection, Leocovorin injection, doxorubicin 50 mg injection, Brexel 20 mg injection, Brexel 80 mg injection and Paxus 100 mg injection. While the group A (80% -10% -10%) or IDR. 12,472,877,428, - of the total investment value of IDR. 33,509,826,356, - consists of eight items, namely: Carboplatin 150 mg injection, Holoxan 1 gram injection, Leocovorin injection, doxorubicin 50 mg injection, Brexel 20 mg injection, 80 mg injection Brexel and Paxus 100 mg injection, and Taxotere 20 mg injection. Critical Index ABC Analysis method can assist the hospital in a drug needs planning to consider: consumption, investment value, the criticality of drugs for hospital cost efficiency. 

Keywords


inventory; control; Critical Index ABC Analysis

Full Text:

PDF

References


(1) Aditama, T. Y. 2010. Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Edisi kedua. Jakarta: Universitas Indonesia.

(2) Anshari, M. 2009. Aplikasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Makanan. Yogyakarta: Nuha Litera Offset.

(3) Bogadenta, Aryo. 2012. Manajemen Pengelolaan Apotek. Yogyakarta: D-Medika.

(4) Bowersox, DJ, et al. 2002. Supply Chain Logistic Management, The McGraw-Hill Company, New York

(5) Erlina. 2002. Manajemen Persediaan. Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Diambil dari www.library.usu.ac.id/modules.php?

(6) Febriati, H. 2013. Manajemen Logistik Farmasi Rumah Sakit, Gosyen Publishing, Yogyakarta

(7) Hadiani, M.A. 2011. Klasifikasi Obat Gawat Darurat Menggunakan Analisis ABC VED Di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Moewardi Surakarta, Jurnal Teknik Waktu, Volume 09, Nomor 2.

(8) Istinganah. Danu, S. S. Santoso, A.P. 2006. Evaluasi Sistem Pengadaan Obat dari Dana APBD Tahun2001-2003 TerhadapKetersediaan Dan Efisiensi Obat, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (hlm 31-41).

(9) Hadiani, M.A. 2011. Klasifikasi Obat Gawat Darurat Menggunakan Analisis ABC VED Di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Moewardi Surakarta, Jurnal Teknik Waktu, Volume 09, Nomor 2.

(10) Herist K, et al. 2011. Financial Analysis in Pharmacy Practice, pharmaceutical Press, London p. 132 – 135.

(11) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit

(12) Lambert, D. M et al. 1998. Fundamental of Logistic Management. International Edition. New York: The McGraw Hill companies.

(13) M. S, Subagya. 1994. Manajemen Logistik. Jakarta: Haji Masagung.

(14) Maimun, A. 2008. Perencanaan Obat Antibiotik berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi Dengan Analisis ABC dan Reorder Point terhadap Nilai persediaan dan Turn Over Ratio Di Instalasi farmasi RS Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal. Semarang: Universitas Diponegoro, Semarang

(15) Murdiatmoko, A. 2006, Analisis Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Terhadap Optimalisasi Nilai Persediaan Dan Turn Over Ratio (TOR) Alat Kesehatan Habis Pakai di Instalasi Farmasi RSUD Kelet Jepara. Tesis.

(16) Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 Tahun 2014, Tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit

(17) Suciati, S. Adisasmito, W. Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan ABC IndeksKrirtis di Instalasi Farmasi. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. 2006;09: 19-26 diambil dari http://www.jmpk-online.net/files/03-suci.pdf pada tanggal 5 maret 2015

(18) Quick, J. (1997). The Selection, P, Distributionanduse of pharmaceuticals. In Managing Drug Supply, Second Edition. Kumarian Press Book on International Development




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/arsi.v3i1.2213

Refbacks

  • There are currently no refbacks.