Pengaruh Citra Tubuh, Perilaku Makan, dan Aktivitas Fisik Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri 12 DKI Jakarta

Muhammad Ridwan Hadi Kusuma, Tri Krianto

Abstract

Latar Belakang. Pemahaman citra tubuh yang keliru tentang “kurus itu indah” menjadi idaman bagi remaja puteri. Hal ini sering menjadi penyebab masalah, karena untuk memelihara kelangsingan tubuhnya dan ketakutan menjadi gemuk mendorong remaja untuk menerapkan pembatasan makanan yang berlebihan, sehingga kebutuhan gizinya tidak terpenuhi yang nantinya akan berakibat terjadinya kurang gizi.

Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap perilaku makan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswi SMA Negeri 12 Jakarta Timur kelas X dan XI tahun 2014.

Metode. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014 dengan desain cross sectional, sampel penelitian adalah 238 siswi. Analisis data menggunakan analisis jalur.

Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya pengaruh citra tubuh terhadap IMT melalui perilaku makan dan aktivitas fisik, membuktikan bahwa citra tubuh tidak langsung berpengaruh terhadap IMT, namun masih harus dilihat bagaimana perilaku makan serta aktivitas fisik yang dilakukan oleh responden.


Keywords

analisis jalur; gizi; gangguan makan

Full Text:

PDF

References

Stice, E., Spangler, D., dan Agras, W.S. (2001). Exposure to Media-Portrayed Thin-Ideal Images Adversely Affects Vulnerable Girls: A Longitudinal Experiment. Journal of Social and Clinical Psychology. 20(3): 270-288.

Bessenoff, G.R. (2006). Can the Media Affect Us? Social Comparison, Self-Discrepancy, and the Thin Ideal. Psychology of Women Quarterly. 30: 239-251.

Purwaningrum. (2008). Hubungan Antara Citra Raga dengan Perilaku Makan Remaja Putri. Skripsi. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah

Cash, T.F. dan Pruzinsky, T. (2002). Body Image: A Handbook of Theory, Research, and Clinical Practice. Guildford Press.

Thompson, J. K., van den Berg, P., Roehrig, M., Guarda, A. S., dan Heinberg, L. J. (2004). The Sociocultural Attitudes Toward Appearance Scale-3 (SATAQ-3): Development and validation. International Journal of Eating Disorders, 35, 293-304

Garner, D.M. (1993). Self-report measures for eating disorders. Current Content, Social and Behavioral Sciences.

Baecke, J.A.H., Burema, J., dan Frijters, E.R. (1982). A Short Questionnaire for the Measurement of Habitual Physical Activity in Epidemiological Studies. Am J Clin Nutr. 36: 936-942.

Azwar, S. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Santoso, S. (2007). Structural Equation Modelling. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Sekaran, U. (2003). Research Methods for Business : A Skill Building Approach. New York: John Wiley and Sons Inc.

Eknoyan, G. (2008). Adolphe Quetelet (1796–1874)—The Average Man and Indices of Obesity. Nephrol Dial Transplant. 23, pp.47-51.

CDC. (2013). Using the BMI-for-age Growth Charts. Atlanta: Clifton Rd.

Wang, W.C., Worsley, A., dan Cunningham, E.G. (2008). Social Ideological Influences on Reported Food Consumption and BMI. Int J Behav Nutr Phys Act. 5:20.

Hoyt, W.D. dan Kogan, L.R. (2002). Satisfaction with body image and peer relationships for males and females in a college environment. Sex Roles, 45, 3 / 4, 199-215

Cash, T.F. (2000). The Multidimensional Body-Self Relation Questionnaire: MBSRQ User’s Manual 3rd Revision). Virginia: Old Dominion, University Norfolk.

Ingledew, D.K. dan Sullivan, G. (2002). Effects of body mass and body image on exercise motives in adolescence. Psychology of Sport and Exercise. 3 (2002):323–338.

Schroeder, D.G. (2001). Malnutrition, Nutrition, and Health in Developing Countries. Ed: Richard D. Semba and Martina W. Bloem. Ottowa: Humana Press.

Gibney, et al. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.