Health Promotion toward Knowledge and Intention for Early Detection of Cervical Cancer in Commercial Sex Workers

Desi Rusmiati, Tiurlan Yunetty Silitonga, Warendi Warendi

Abstract


Cervical cancer is one of the cancer types that become a haunting danger for many women in the world. In Indonesia, the prevalence rate reached 0.8% or an estimated 98,692 patients. Its prevalence increased to 10% in the commercial sex worker group. This study aimed to explain the effect of health promotion on knowledge and intention for early detection of cervical cancer using the inspection of visual acetate method in the commercial sex workers. This study was quantitative with a quasi-experimental type, one group of pretest and posttest design. The population sample included the commercial sex workers at Genteng Subvillage, Patimban Village, Pusakanegara Subdistrict, Subang District and was determined by using an accidental sampling technique with 35 respondents. Data analysis used McNemar's test. The results showed that there was an increase in knowledge after the health promotion activity and a significant change
in intention to perform early detection of cervical cancer. From the statistical test, a p value of 0.000 was obtained for each variable. In conclusion, health promotion has a significant effect on the improvement in the knowledge and intention of the respondents.

Keywords


Cervical cancer; health promotion; inspection of visual acetate

Full Text:

PDF

References


 1. Rasjidi I. Epidemiologi kanker serviks. Indonesian Journal of Cancer. 2009; 3 (3): 103–8.

 2. Torre LA, Bray F, Siegel RL, Ferlay J. Global cancer statistics, 2012. CA: A Cancer Journal for Clinicians. 2015; 65 (2): 87–108.

 3. Kurniawan B, Asmika A, Sarwono I. Hubungan tingkat pengetahuan dengan partisipasi pada pemeriksaan pap smear pada wanita pekerja seks komersial. Jurnal Kedokteran Brawijaya [Internet]. 2008; 24 (3): 30-38. Available from: http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/ view/169

 4. Ocviyanti D. Tes PAP, tes HPV dan servikografi sebagai pemeriksaan triase untuk tes IVA positif: upaya tindak lanjut deteksi dini kanker serviks pada fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas beserta analisis sederhana efektivitas biayanya. Obstetri Ginekologi Indonesia. 2007; 31: 201–11.

 5. Marlia. Setiap jam seorang perempuan di Indonesia meninggal akibat kanker serviks [Internet]. Universitas Padjajaran. 2016. Available from: http://news.unpad.ac.id/?p=24107

 6. Widiawaty N. Hubungan tingkat pendidikan formal dan tingkat penge- tahuan wanita tentang kanker payudara dengan kejadian kanker payu- dara di Borokulon Banyuurip Purworejo. Jurnal Komunikasi Kesehatan. 2012; 3(2): 51-54.

 7. Maulina R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ten- tang pap smear pada wanita usia subur di Kemukiman Lamnga Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Kesehatan Masyarakat [Internet]. 2012;1(August):1–9. Available from: http://www.ejournal.uui.ac.id/jurnal/Renggalis_Maulina-8ro- jurnal_renggalis.pdf

 8. Sulistiowati E, Sirait AM. Pengetahuan tentang faktor risiko, perilaku dan deteksi dini kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) pada wanita di Kecamatan Bogor tengah, Kota Bogor. Buletin Penelitian Kesehatan [Internet]. 2014; 42 (3): 193–202. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/20081-ID-pengetahuan- tentang-faktor-risiko-perilaku-dan-deteksi-dini-kanker-serviks- denga.pdf

 9. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

 10. Hidayati A, Salawati T, Istiana S. Pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah dan demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan keterampilan melakukan sadari. Jurnal Kebidanan. 2013; 1(1): 1–8.

 11. Septadina, Seta I. Upaya pencegahan kanker serviks melalui pen- ingkatan pengetahuan kesehatan reproduksi wanita dan pemeriksaan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di wilayah kerja Puskesmas Kenten Palembang. Jurnal Pengabdi Sriwijaya. 2015; 3(1): 222–8.

 12. Suhita B. Pengaruh health education terhadap pengetahuan dan sikap wanita dewasa tentang “sadari” dalam upaya deteksi dini Ca Mammae di Kediri [Thesis]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2008.

 13. Mulyati S, Suwarsa O, Desy Arya IF. Pengaruh media film terhadap sikap ibu pada deteksi dini kanker serviks. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015; 11(1): 16-24.

 14. Herfanda E, Anjarwati. Pengaruh penyuluhan dan pemberian leaflet kanker serviks terhadap minat pemeriksaan pap smear ibu-ibu di Dusun Jogonalan Tirtonirmolo Kasihan Bantul [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas ’Aisyiyah; 2015.

 15. Apriani EP. Hubungan pengetahuan tentang kanker serviks dengan mi- nat metode IVA dan pap smear pada ibu-ibu perkumpulan RT di Dukuh Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Tahun 2013 [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas ’Aisyiyah; 2015.

 16. Dewi NMS, Suryani N, Murdani P. Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) di Puskesmas Buleleng I. Jurnal Magister Kedokteran Keluarga. 2013; 1(1): 57–66.

 17. Wati SPD. Analisis dan implementasi program deteksi dini kanker serviks dengan IVA test [Internet]. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan; 2017. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/jawa- barat/analisis-dan-implementasi-program-deteksi-dini-kanker-serviks- dengan-iva-test-pusat-pembiayaan-kesehatan-jaminan-kesehatan-na- sional-jkn-kemenkes-ri-tanggall-25-dan-26-september-2017




DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v13i2.1919

Refbacks

  • There are currently no refbacks.