Unsafe Behavior of Workers in Rotary Lathe Section in One of the Plywood Industries in East Kalimantan

Iwan Muhamad Ramdan, Dyyka Indah Wijayanti

Abstract


Occupational accidents and diseases remain the global health problem, two main factors for this are unsafe behavior and conditions. Previous study proved
that the main cause is unsafe behavior factor. This study aimed to analyze factors associated with occupational unsafe behavior in workers at PT IAW and
analyze the most influential factor. A cross-sectional study was conducted from July to August 2016 with 104 samples. Independent variables consisted of
perception, communication, supervision, the availability of personal protective equipment (PPE), training and workplace temperature. While the dependent
variable was unsafe behavior. Data analysis used Pearson product moment and multiple linear regression. In conclusion, perception (p value=0.00, R=0.817),
communication (p value=0.000, R=0.810), supervision (p value=0.00, R=0.529), availability of PPE (p=0.000, R=0.902) and workplace temperature are
related significantly, very strong, positive and directly proportional to unsafe behavior, while training (p value=0.092, R=0.166) are not related. Perception is
the most dominant variable influencing unsafe behavior.

Abstrak
Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja masih menjadi masalah kesehatan dunia, dua faktor utama penyebabnya adalah perilaku dan kondisi lingkungan
kerja yang tidak aman. Penelitian sebelumnya membuktikan penyebab utamanya adalah faktor perilaku yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis
faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman dalam bekerja pada tenaga kerja di PT IAW dan menganalisis faktor yang paling berpengaruh.
Penelitian potong lintang dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2016 terhadap 104 sampel penelitian. Variabel bebas terdiri dari persepsi, komunikasi,
pengawasan, ketersediaan alat pelindung diri (APD), pelatihan dan suhu lingkungan kerja. Variabel terikat adalah perilaku tidak aman. Analisis data menggunakan
Pearson produk moment dan uji regresi linier berganda. Disimpulkan persepsi (nilai p=0,00, R=0,817), komunikasi (nilai p=0,000, R=0,810), peng -
awasan (nilai p=0,00, R=0,529), ketersediaan APD (nilai p=0,000, R=0,902) dan suhu lingkungan kerja berhubungan signifikan, sangat kuat, positif dan
berbanding lurus dengan perilaku tidak aman, sedangkan pelatihan keselamatan kerja (nilai p=0,092, R=0,166) tidak berhubungan. Persepsi keselamatan
kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi perilaku tidak aman dalam bekerja.

Keywords


External factor; internal factor; unsafe behavior

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v13i1.1475

Refbacks

  • There are currently no refbacks.