Influential Host Factors to the Incidence of HIV/AIDS in Key Populations in Pati District

Dwi Murtono, Puguh Riyanto, Zahroh Shaluhiyah

Abstract


Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) are serious diseases in the world in which one of transmission
methods is through sexual intercourse. This study aimed to explain the influential host factors to the incidence of HIV/AIDS in key populations. The study was
conducted in March-September 2016. The study was observational analytic with case-control design in key populations in Pati District. Cases were 53
patients living with HIV/AIDS, while controls were 53 patients not living with HIV/AIDS. The sampling technique employed was consecutive sampling. Data
were obtained from medical records and interview questionaire. This study applied chi-square test to analyze bivariate data, and multiple logistic regression
to analyze multivariate data. Results indicated that the influential factors to the incidence of HIV/AIDS in key populations were inconsistent condom use behavior, records of suffering from sexually-transmitted infections (STIs), and forms of sexual activity. While, factors which were not influwntial to the incidence
of HIV/AIDS were multiple sex partner behavior, sex accessory use behavior, tattoo needle use behavior, injecting drug use behavior. In conclusion, several
influential factors to the incidence of HIV/AIDS in key populations are the inconsistent condom use behavior, records of suffering from STIs, and forms of
sexual activity.

Abstrak
Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit berbahaya di dunia yang salah satu metode
penularannya adalah melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS pada populasi kunci. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai September 2016. Penelitian analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol pada populasi
kunci di Kabupaten Pati. Kasus sebanyak 53 pasien positif HIV/AIDS, sedangkan kontrol sebanyak 53 pasien negatif HIV/AIDS.Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari riwayat medis dan wawancara kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji kai kuadrat pada analisis
bivariat dan regresi logistik ganda pada analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS pada
populasi kunci dalam penelitian ini adalah perilaku pemakaian kondom, riwayat menderita infeksi menular seksual, dan bentuk aktifitas seks kombinasi.
Faktor yang tidak berpengaruh adalah perilaku multi pasangan seks, perilaku penggunaan aksesoris seks, perilaku penggunaan jarum tato, dan perilaku
penggunaan narkoba suntik. Sebagai kesimpulan, faktor yang berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS yaitu perilaku pemakaian kondom yang tidak konsisten, riwayat menderita IMS dan bentuk aktivitas seks kombinasi.


Keywords


HIV/AIDS; host factors; key population

Full Text:

PDF

References


 1. Purnamawati. Perilaku pencegahan penyakit menular seksual di kalang- an wanita pekerja seksual langsung. Kesmas: National Public Health Journal. 2013; 7 (11): 514-21.

 2. Locke T, Keat S, Waker A, Mackinnon R. Microbiology and infectious diseases on the move. PT Indeks. 2013; 144-53.

 3. Djoerban Z, Djauzi S. Textbook of medicine. The sixth edition of Volume 1. Jakarta : Internal Publising. 2014; 803-91.

 4. Rachmawati TU, Widagdo L, Istiarti VGT. Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik seks berisiko penularan HIV/AIDS pada ibu rumah tangga (Studi kasus di wilayah kerja puskesams Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016; 4 (3): 1104-13.

 5. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia sampai dengan September 2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014 [cited 2015 may 22nd]. Available from: http://spiritia.or.id/Stats/starCurr.xls.

 6. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Jawa Tengah. Kondisi HIV & AIDS di Jawa Tengah 1993 s/d 30 Juni 2014. Semarang: Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Jawa Tengah; 2014 [cited 2015 March 4th]. Available from: http://www.aidsjateng.or.id.

 7. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Laporan surveilans HIV/AIDS Mei 2016. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2015.

 8. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Laporan surveilans HIV/AIDS in Mei 2016. Pati: Dinas Kesehatan Kabupaten Pati; 2016.

 9. Purwaningsih SS, Widyatun. Perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia. 2008. 3 (2) : 75-95.

 10. Das P, Harton R. Bringing sex workers to the centre of HIV response. The Lancet. 2015; 385 (9962) : 3-4.

 11. Kelompok Dukungan Sebaya Rumah Matahari. Analisis situasi ODHA di Kabupaten Pati. Pati: Kelompok Dukungan Sebaya Rumah Matahari; 2015.

 12. Guterres MADO. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap ke- jadian HIV/AIDS pada laki-laki umur 25-44 tahun (studi kasus di Kota Dili, Timor Leste) [Thesis]. Semarang : Diponegoro University. 2015.

 13. Jatmiko AC, Martodihardjo S, Dewi, DK. Peranan kondom pada pen- derita HIV (The Role of Condoms in HIV Infection). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. 2010; 22 (1): 45-48.

 14. Ovany R. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan peng- gunaan kondom pada ODHA pekerja seks komersial [thesis]. Semarang: Program Studi Magister Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2014.

 15. Budiono I. Konsistensi penggunaan kondom oleh wanita pekerja seks dan pelanggannya. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012; 7 (2): 90-6.

 16. Kismiyati, Syafar M, Natsir S. Perilaku penggunaan kondom terhadap pencegahan HIV dan AIDS pada pekerja seksual di Tanjung Elmo Kabupaten Jayapura [Thesis]. Makasar: Health Promotion Faculty of Public Health Hasanuddin University; 2014.

 17. Widyastuti. Perilaku penggunaan kondom pada wanita penjaja seks jalanan di Jakarta Timur tahun 2006. Kesmas: National Public Health Journal. 2007; 1(4): 161-7.

 18. Susilowati T. Faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian HIV dan AIDS di Semarang dan sekitarnya. Jurnal Komunikasi Kesehatan. 2011; 2 (1): 1-16.

 19. Pratiwi NL, Basuki. Analisis hubungan pengetahuan pencegahan HIV/AIDS dan perilaku seks tidak aman pada remaja usia 15-24 tahun di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2011; 14 (2): 192-202.

 20. Kamila N, Siwiendrayanti A. Persepsi orang dengan HIV dan AIDS ter- hadap peran kelompok dukungan sebaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2010; 6 (1): 36-43.

 21. Rokhmah D. Implikasi mobilitas penduduk dan gaya hidup seksual ter- hadap penularan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2014; 9 (2): 183-90.

 22. Aridawarni Y. Analisis determinan wanita pekerja seksual dengan keja- dian infeksi menular seksual. Jurnal Obstretika Scientia. 2014; 2 (1): 123-45.

 23. Budiman NA, Istiarti T, Syamsulhuda BM. Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik wanita pekerja seks (WPS) jalanan dalam upaya pencegahan IMS dan HIV/AIDS di sekitar alun-alun dan Candi Prambanan Kabupaten Klaten. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2008; 3 (2): 120-26.

 24. Aryani D, Mardianan, Ningrum DNA. Perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seksual Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015. 10 (2) : 160-8.

 25. Suwandani R. Pengetahuan dan sikap berisiko waria dengan kejadian infeksi menular seksual (IMS) pada waria di Sidoarjo. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2015; 3 (1) : 35-44.

 26. Ninik, Nugraha PP, Riyanti E. Perilaku wanita pekerja seks dalam pence- gahan infeksi menular seksual (studi kualitatif pada anak asuh di Lokalisasi Gembol, Sukosari, Bawen, Kabupaten Semarang. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2012; 11 (1): 71-4.

 27. Sullivan PS, Carballo-Diéguez A, Coates T, Goodreau SM, McGowan I, Sanders EJ, et al. Successes and challenges of HIV prevention in men who sex with men. The Lancet. 2012; 380 (9839): 388-99.

 28. Demartoto A, Gerilyawati IESE, Sudibyo DP. Risk-based sexuality: a case study in male sex-related men in Surakarta. Surakarta: Conference Indonesian Sociology Association; 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v13i1.1463

Refbacks

  • There are currently no refbacks.