e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 4, No 1 (2019)

Determinan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada Penerima Program Keluarga Harapan

Wulan Sari, Mardiati Nadjib

Abstract


Abstrak

Kemiskinan merupakan permasalahan sosial bersifat multidimensi dan berhubungan dengan permasalahan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) secara nasional mencapai 57,9%, 32,9% tidak lengkap dan sebanyak 9,2% tidak diimunisasi, sementara indikator cakupan secara nasional minimal 90% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan apakah yang mempengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Lokasi penelitian berada di 34 provinsi. Jumlah populasi sebanyak 9.205 responden dengan menggunakan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan capaian imunisasi dasar lengkap sebesar 97,34% dan 2,66% tidak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan variebel umur dan status perkawinan berhubungan positif serta berpengaruh secara signifikan, Variabel pendidikan dan pekerjaan berhubungan secara signifikan namun berhubungan negatif dalam cakupan imunisasi dasar. PKH telah memberikan kesempatan dan akses kepada rumah tangga miskin untuk melaksanakan program imunisasi dasar lengkap. Oleh karena itu diperlukannya penguatan supervisi terhadap ibu muda, ibu dengan status cerai, serta ibu yang bekerja guna meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, menjaga serta memperkuat perubahan perilaku terkait, pengasuhan dan kesehatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar pada bayi.

 

Abstract

Poverty is a multidimensional social problem and related to the problems of health, education and other social welfare. National Basic Immunization Coverage (IDL) reached 57.9%, with 32.9% was incomplete and 9.2% were not immunized, while national coverage indicators were at least 90%. This study aims to determine the determinants that affects basic complete immunization coverage for babies receiving the Family Hope Program (PKH). The study design used was cross sectional. The research was located in 34 provinces. The total population is 9,205 respondents using secondary data from the National Socio-Economic Survey (Susenas) in 2017. The research shows that the achievement of complete basic immunization is 97.34% and 2.66% is incomplete. The results shows that age and marital status are positively related and significantly influence the basic immunization coverage, while education and employment variables are significantly associated but negatively related to basic immunization coverage. PKH has provided opportunities and access to poor households in implementing a complete basic immunization program. So it is necessary to intensify the supervision of young mothers, divorced mothers and working mothers to boost knowledge, build awareness, maintain and strengthen related behav­ioral changes, health and care to increase the coverage of basic immunization in infants.


Keywords


Family hope program; conditional cash tranfer; immunization

References


(1) Ardiyanto. 2017. Perbedaan Cakupan Imunisasi Po¬lio Pada Bayi Antara Puskesmas Di Kota Desa Dan Di Kota Di Kabupaten Sukoharjo Periode Juli 2015 Sampai Dengan Juni 2016 [Skripsi].”

(2) Arifin dan Prasasti. 2017. Faktor Yang Berhubun¬gan Dengan Kasus Difteri Anak Di Puskesmas Bangkalan Tahun 2016. Jurnal Berkala Epi¬demiologi FKM Universitas Airlangga. 5(1).

(3) Badan Pusat Statistik. 2018. Berita Re¬smi Statistik Profil Kemiskinan Di Indo¬nesia September 2017. January 2018.

(4) Bennett, Gary G., and Russell E. Glasgow. 2009. The Delivery of Public Health Interventions via the Internet: Actualizing Their Potential. Annu¬al Review of Public Health. 30 (1):273–92.

(5) Donnell, Owen O. 2007. Access to Health Care in Developing Countries : Breaking down De¬mand Side Barriers Acesso Aos Cuidados de Saúde Nos Países Em Desenvolvimento : Rompendo Bar¬reiras Contra a Demanda. 23 (12):2820–34.

(6) Efendi, Ferry., Makhfudi. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori Dan Praktik Da¬lam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

(7) Ekadinata, et al. 2017. Promosi Kesehatan Menggunakan Gambar Dan Teks Dalam Aplikasi WhatsApp Pada Kad¬er Posbindu. Universitas Gajah Mada. 3 (1):1–15.

(8) Febri, Ririn Rahmala. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imu-nisasi Campak Pada Batita Di Wilayah Ker¬ja Puskesmas Lareh Sago Halaban Kabupaten 50 Kota Tahun 2012. Fakultsas Kesehatan Mas¬yarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.

(9) He, Chunhua, Li Liu, Yue Chu, Jamie Perin, Li Dai, Xiaohong Li, Lei Miao, et al. 2017. National and Subnational All-Cause and Cause-Specific Child Mortality in China, 1996–2015: A Systematic Analy¬sis with Implications for the Sustainable Development Goals. The Lancet Global Health. 5 (2):e186–97.

(10) Kemenkes. 2017. Peraturan Menteri kesehatan Re¬publik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Ten¬tang Penyelenggaraan Imunisasi, issued 2017.

(11) Kemenkes. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018. Ke¬menterian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

(12) Kemenkes. 2016. InfoDatin Status Imunisasi Di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

(13) Kemenkumham. 2016. Laporan Akhir Kelompok Kerja Analisis Dan Evaluasi Hukum Dalam Rangka Melind¬ungi Kelompok Rentan Fokus Kesejahteraan Anak. Ke-menterian Hukum dan Hak Asasi Manusia: Jakarta.

(14) Kemensos. 2018. Program Keluarga Harapan. Nomor 1 tahun 2018, issued 2018. Kemen¬terian Sosial Republik Indonesia: Jakarta.

(15) Liu, Li, Shefali Oza, Daniel Hogan, Jamie Perin, Igor Rudan, Joy E. Lawn, Simon Cousens, Colin Ma¬thers, and Robert E. Black. 2015. Global, Regional, and National Causes of Child Mortality in 2000-13, With Projections to Inform Post-2015 Priorities: An Up-dated Systematic Analysis. The Lancet. 385 (9966).

(16) Machsun dan Susanti. 2018. Analisa Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun 2018. Preventia : The Indonesian Journal of Public Health. 3(2).

(17) Nainggolan, et al. 2012. Program Keluarga Hara¬pan Di Indonesia: Dampak Pada Rumah Tang¬ga Sangat Miskin Di Tujuh Provinsi. Edited by Junaeman. P3KS Press (Anggota IKAPI).

(18) Notoatmodjo. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

(19) Peraturan Presiden Republik Indonesia No¬mor 15 Tahun 2010. 2010. Percepatan Pen¬anggulangan Kemiskinan. Vol. 22. Indonesia.

(20) Pratiwi, Luriana Nur. 2010. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisa¬si Dasar Pada Balita Umur 12-23 Bulan Di In¬donesia Tahun 2010 (Analisis Data Riset Kes¬ehatan Dasar 2010). Universitas Indonesia.

(21) Prihanti, et al. 2016. Faktor–Faktor Yang Me¬mepengarhi Status Kelengkapan Imunisa¬si Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas X Kota Kediri. Saintika Medika.12:120–28.

(22) Putri, et al. 2015. Pembagian Peran Dalam Rumah Tangga Pada Pasangan Suami Istri Jawa [The¬sis]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(23) Rahmawati, et al. 2017. Peran Pendamp¬ing Dalam Pemberdayaan Masyarakat Mi¬skin Melalui Program Keluarga Harapan, Pen¬didikan Luar Sekolah. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment.

(24) Sidharta, Lani. 1996. Internet Informasi Bebas Hambatan 1. Edisi kedua Jakarta: Elex Media Komputindo.

(25) Triana, Vivi. 2016. Faktor Yang Berhubun¬gan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Leng¬kap Pada Bayi Tahun 2015. Jurnal Kes¬ehatan Masyarakat Andalas. 123–35.

(26) Wati. 2015. Determinan Kepatuhan Ibu Dalam Mengimunisasikan Anak Usia Sekolah Di Kota Tangerang Tahun 2015. Universitas Indonesia


Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v4i1.3087

Refbacks

  • There are currently no refbacks.