e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 4, No 1 (2019)

Perhitungan Biaya Satuan Pada Tindakan Intensive Unit Care di Rumah Sakit X di Jember Melalui Metode Activity Based Costing (ABC)

Eri Witcahyo

Abstract


Abstrak

Rumah sakit X di Jember merupakan salah satu rumah sakit pemerintah dengan status C. Di Era JKN, skema pembayaran di rumah sakit menggunakan paket tarif INA CBG’s. Berdasarkan hal tersebut, rumah sakit dapat menghasilkan profit namun di sisi lain bisa pula mendapatkan kerugian, oleh karena itu pelayanan kesehatan yang efisien sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi produk pelayanan dan menghitung biaya satuan produk pelayanan di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah ICU di rumah sakit X di Jember. Metode perhitungan biaya satuan yang digunakan adalah Activity Based Costing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di ICU terdapat 21 produk pelayanan dengan biaya satuan yang beragam. Biaya satuan tertinggi sebesar Rp. 176,954, - (resusitasi jantung paru), dan terendah sebesar Rp. 27,061, - (injeksi intravena) dan rata-rata sebesar Rp. 75,959, -. Kesimpulan menunjukkan bahwa biaya satuan sangat dipengaruhi oleh sumberdaya yang digunakan, semakin efisien sumberdaya yang digunakan maka semakin kecil biaya satuan yang dihasilkan, sehingga apabila dibandingkan dengan tarif paket INA CBG’s akan mampu menghasilkan keuntungan atau surplus bagi rumah sakit.

 

Abstract

Hospital X in Jember is one of the government hospitals with C type status. In National Health Insurance (JKN) era, the payment scheme in hospital by using the INA CBG’s tariff package. Hospital could have profit or even loss, therefore health services effiency was needed. The objective of study was to identify service product and calculate of service product unit cost at Intensive Care Unit (ICU) in Hospital X in Jember. The type of this research was observational descriptive with cross sectional approach. The unit of analysis was ICU at Hospital X in Jember. The unit cost calculation method is using Acivity Based Costing. The result of the study shown that there were 21 service products that have various unit costs. The highest was Rp. 176,954, - (cardiac pulmonary resuscitation), the lowest was Rp. 27,061,- (intravena injection) and an average of Rp. 75,959, -. The conclusion shown that unit cost was strongly influenced by the resources used, the more efficient resources used for effective services, the smaller unit cost could get. Compared to INA CBG’s package tariff it will be able to create profit surplus for hospital.


Keywords


unit cost; activity based costing; intensive care unit

References


(1) Agastya A. 2009. Unit Cost dan Tarif Rumah Sakit (Metode Analisis dan Cara Perhitungan) Limited Edition: Yogyakarta Gajah Mada.

(2) Chatterjee, Susmita, et al. 2013. Unit Cost of Medical Services at Different Hospitals in India. PLOS ONE. 7(8):1-2.

(3) Gede, N Desak. 2015. Gambaran Penerapan Sistem Indonesia Case Based Groups pada Rumah Sakit Provider BPJS Kesehatan di Kabupaten Badung Tahun 2015. Universitas Udayana.

(4) Indrasurya, Beny, et al. 2016. Activity Based Costing (ABC) System dalam Menentukan Tarif Layanan Rawat Inap (Studi Kasus pada RSUD dr. Harjono S. Kabupaten Ponorogo. Jurnal Administrasi Bisnis. 2(37): 132.

(5) Kepmenkes, 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1165/MENKES/ SK/X/2007 Tentang Pola Tarif Rumah Sakit Badan Layanan Umum. Jakarta.

(6) Kepmenkes, 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778/MENKES/SK/ XII/2010 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit. Jakarta.

(7) Mulyadi. 2007. Activity–Based Cost System: Sistem Informasi Biaya untuk Pemberdayaan Karyawan, Pengurangan Biaya, dan Penentuan Secara Akurat Kos Produk dan Jasa. Edisi Keenam – Cetakan ke- 2. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

(8) Mustainah. 2017. Implementasi Sistem Rujukan JKN di Rumah Sakit Stella Maris. Universitas Hasanuddin.

(9) Menkes. 2013. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 69 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Jakarta.

(10) Republik Indonesia, 2009. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta.

(11) Siregar B. 2013. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat.

(12) Sugiyarti AT. 2013. Analisis Biaya Satuan dengan Metode Activity Based Costing (ABC) (Studi Kasus di Poli Mata RSD Balung Kabupaten Jember). Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat.

(13) Wahyuni NT, Junaid H, Risma. 2017. Analisis Unit Cost Pelayanan Rawat Inap Postpartum di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika dengan Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) System. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 5(2):1- 12.


Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v4i1.2781

Refbacks

  • There are currently no refbacks.