e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 3, No 1 (2018)

Cost Benefit Analysis (CBA) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Susu Pada Karyawan di PT. Trisula Textile Industries Tbk Cimahi Tahun 2018

ayu laili rahmiyati, Asep Dian Abdillah, Susilowati Susilowati, Dinna Anggaraini

Abstract


Abstrak

Cost Benefit Analysis (CBA) digunakan untuk proses identifikasi, pengukuran dan perbandingan sosial manfaat dan biaya proyek atau program investasi dalam mengevaluasi penggunaan sumber daya ekonomi yang langka agar dapat digunakan secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan manfaat dan biaya dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) susu di PT. Trisula Textile Industries Tbk Tahun 2018 dan untuk menetukan kelayakan akan keberlangsungan program atau kebijakan dari PMT susu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Pengumpulan data  dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Analisis perhitungan menggunakan Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), dan Benefit Cost Rate (BCR). Hasil perhitungan nilai NPV pada program PMT susu adalah Rp. 23.534.448,76,-. Kesimpulannya adalah program PMT susu dapat diterima karena NPV > 0. Hasil perhitungan rasio benefit-cost adalah sebesar 2,50 (hasil rasio ≥ 1), artinya program PMT susu tersebut layak untuk tetap berlangsung. PT. Trisula Textile Industries Tbk diharapkan dapat melanjutkan program PMT susu pada karyawan. Data dasar penelitian dapat dijadikan bahan kajian bagi perusahaan untuk menyusun program kesehatan atau peningkatan kesehatan bagi karyawan melalui PMT atau program lain yang lebih prioritas.

 

Abstract

Cost Benefit Analysis (CBA) for the process of identification, measurement,comparison social benefits and cost project or investment program to evaluate utilization of scarce economic resources so that it can be used efficiently .This research purposes are calculateing benefits and cost in rupiah from the milk supplementary feeding program (PMT) at PT. Trisula Textile Industries Tbk Year 2018 and deciding feasibility of program or policy sustainability from PMT milk. The research is using quantitative approach. Data collection is done through interviews, observations, and study documents. Calculation is using Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), and Benefit Cost Rate (BCR). The result shows calculation of NPV value on milk PMT program obtained results end Rp. 23,534,448,76, -. To conclude, the milk PMT program is acceptable because NPV> 0. Benefit-cost ratio, is 2.50 (≥ 1), meaning the milk PMT program is feasible. PT. Trisula Textile Industries Tbk is expected to continue the program of milk PMT. Basic research data could be used for preparing health program or health enhancement for employees through PMT or the other priority programs.


Keywords


Quantitatif; CBA; PMT; NPV; IRR; BCR

References


(1) Campbel, H & Brown, R 2003. Benefiit Cost Analysis. Newyork: Cambridge University Perss.

(2) Doerachman, J. D., Kaunang, Karouw, S. D. S., & Rindengan, Y. D. Y. 2010. Analisa Kelayakan Investasi TI Menggunakan Metode Cost-Benefit. Jurnal Teknik Informatika Universitas Sam Ratulangi. 1 (2)

(3) E.J.Lean, M. 2013. Ilmu Pangan Gizi dan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Pelajar.

(4) Ferry, P. 2012. Modul Ekonomi Publik Bagian Vi: Analisis Biaya Dan Manfaat, 1–37. Available from

(5) Heniwati & Thabrany, H. 2016. Perbandingan Klaim Penyakit Katastropik Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur Tahun 2014. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia. 1(2).

(6) Kenayathulla, Husnaina B. 2010. Cost Benefit Analysis in Malaysian Education. Jurnal Internasional Manajemen Pendidikan.. 4 (2).

(7) Kemenkes. 2017. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

(8) Kemenperin. 2016. Jumlah Pekerja Industri Ditargetkan 16,3 Juta Tahun 2017. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

(9) Khomsan, A. 2010. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(10) Llewelyn, R., & Musianto, L. .2000. Analisis Cost- Benefit Terhadap Industri Rokok di Indonesia. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan. 2 (2): 68 – 85.

(11) Mangkoesoebroto, G.1998. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta: FE UGM.

(12) Marini, E., & Rochmah, T. N. 2014. Cost Benefit Analysis mendirikan Laboratorium Klinik Sederhana Mandiri dibanding Kerjasama Operasional Laboratorium Luar Di Plk- Ua Cost. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 2 (2)

(13) Misuraca, Pamela. 2014. The Effectiveness of a Costs and Benefits Analysis in Making Federal Government Decisions: A Literature Review. Center for National Security, The MITRE Corporation

(14) Muslim, I & Partiwi, S.G . 2015. Development Of Cost- Benefit Calculation Model In Handling Low Back Pain From The Ergonomic Perspective. Proceeding 8th International Seminar on Industrial Engineering and Management. ISSN: 1978-774X

(15) Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

(16) Raushan, Jahongir, Ziyodullo. 2014. A Cost-Benefit Analysis of Early Childhood Hygiene Interventions in Uzbekistan. Eurasian Journal of Business and Economics 2014, 7 (14): 183-208

(17) Sitorus E & Nurwahyuni, A. 2017 Analisis Pembiayaan Kesehatan Bersumber Pemerintah di Kota Serang Tahun 2014-2016. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 6 (3).

(18) Suryoputro, M. R & Rahadian, H. 2010. Cost and Benefit Analysis for Implementation of Occupational Safety and Health. The 11th Asia Pacific Industrial Engineering and Management Systems Conference The 14th Asia Pacific Regional Meeting of International Foundation for Production Research. Melaka 2010.

(19) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.


Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v3i1.2740

Refbacks

  • There are currently no refbacks.