e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 2, No 2 (2017)

Timbang Besarnya Manfaat dari Salah Sasar Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan

Prastuti Soewondo

Abstract


Abstrak

Salah satu kebijakan pemerintah dalam percepatan capaian Jaminan Kesehatan Semesta bagi seluruh penduduk adalah mem­berikan keringanan keuangan dengan membayarkan iuran Jaminan Kesehatan bagi 92.4 juta masyarakat miskin dan rentan kemiskinan yang mewakili sekitar 35% dari total populasi. Kelompok masyarakat ini disebut sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Studi ini mengkaji seberapa banyak masyarakat miskin dan rentan yang telah menerima kebijakan pemerintah dalam pemberian subsidi jaminan kesehatan. Data penelitian menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2016, khu­susnya data konsumsi rumah tangga dan status kepemilikan berbagai jenis jaminan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa, pada tingkat nasional, bantuan subsidi iuran jaminan kesehatan telah dinikmati oleh mayoritas (51%) rumah tangga miskin dan rentan kemiskinan, terlebih lagi rumah tangga yang tinggal di wilayah Timur Indonesia (58%). Bersama dengan Jamkes­da, 59,5% rumah tangga miskin dan rentan kemiskinan (66,4% di wilayah Timur) telah menerima manfaat proteksi jaminan kesehatan. Capaian kebijakan pemerintah ini patutlah dicatat, walaupun level cakupan harus terus ditingkatkan. Janganlah ini ditutupi oleh isu salah sasaran PBI ke sekitar 3% rumah tangga kaya yang dibesar-besarkan untuk menarik perhatian massa.

 

Abstract

One of the foremost government policies implemented in achieving Universal Health Coverage for the Indonesian population is the provision of financial assistance through contribution of Social Health Insurance for 92.4 million targeted poor and near poor house­holds. This segment of the population is referred to as Penerima Bantuan Iuran (PBI) and represents about 35% of the total population. This study reveals the government’s progress in protecting the health of this sub-population. The data is derived from the 2016 Na­tional Social Economic Survey. The results indicate that, at the national level, the government’s health protection program has reached the majority of poor and near poor household (51%), especially those residing in Eastern part of the country (58%). Together with local government’s support, 59.5% of poor and near poor households (66.4% in Eastern region) have been insured. While improvements in coverage should still be top policy agenda, this achievement of the government deserves more appreciation. We show that misalloca­tion of PBI to wealthy households is only small (3%), yet often broadcasted with much hype to create agitation.

 


Keywords


PBI; Accuracy; Social Health Insurance Status; Jamkesda (Distric Heatlh Insurance )

References


(1) Alatas, V., Banerjee, A., Hanna, R., Olken, B.A., Purnamasari, R. and Wai-Poi, M., 2013. Does elite capture matter? Local elites and targeted welfare programs in Indonesia (No. w18798). National Bureau of Economic Research.

(2) Alatas, V., Purnamasari, R. and Wai—Po, M., 2011. 15 targeting of the poor and vulnerable. Employment, Living Standards and Poverty in Contemporary Indonesia, p.313. diakses pada 22 Maret 2018

(3) Baihaqi, M.B. 2018 Pemerintah Targetkan 95% Penduduk Terlindungi JKN di 2019. Neraca [1 Februari 2018]. Diakses pada 21 Februari 2018

(4) BPJS Kesehatan. 2016. Pentingnya Dukungan Pemda untuk mencapai Universal Health Coverage. InfoBPJS Kesehatan Edisi 44 Tahun 2016. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Diakses pada 21 Februari 2018

(5) Harimurti, P., Pambudi, E., Pigazzini, A. and Tandon, A., 2013. The Nuts & Bolts of Jamkesmas, Indonesia’s Government-Financed Health Coverage Program for the Poor and Near-Poor.

(6) Media JKN, 2016. Astaga! Kurang Sosialisasi, Masyarakat tidak tahu Program BPJS. Media Sosialisasi JKN: Edisi Khusus Nov 2016. Diakses pada 22 Maret 2018

(7) Pasien BPJS, 2016. Cara Daftar Menjadi Peserta BPJSPBI (Syarat dan Prosedur). Diakses pada 22 Maret 2018

(8) Pradhan, M., Saadah, F. and Sparrow, R., 2007. Did the health card program ensure access to medical care for the poor during Indonesia’s economic crisis?. The World Bank Economic Review, 21(1), pp.125-150.

(9) Sim, A.A., Negara, R. and Suryahadi, A., 2015. Inequality, elite capture, and targeting of social protection programs: Evidence from Indonesia. SMERU Research Institute.

(10) Sparrow, R., Suryahadi, A. and Widyanti, W., 2013. Social health insurance for the poor: Targeting and impact of Indonesia’s Askeskin programme. Social science & medicine, 96, pp.264-271.

(11) TNP2K Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 2015. Menuju Sistem Registrasi Tunggal untuk Perlindungan Sosial.

(12) Yamauchi, C., 2010. Community-based targeting and initial local conditions: Evidence from Indonesia’s IDT Program. Economic Development and Cultural Change, 59(1), pp.95-147.


Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v2i2.2148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.