e-ISSN 2598-3849       print ISSN 2527-8878

Vol 2, No 2 (2017)

Determinan Variasi Klaim Penyakit Stroke Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Rumah Sakit X Sumatera Utara

Joan Xaveria Mahulae, Jaslis Ilyas

Abstract


Abstrak

Penelitian yang dilakukan oleh IHME pada tahun 2010 terkait Global Burden of Disease menunjukkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Pembiayaan penyakit stroke oleh BPJS Kesehatan menduduki peringkat kedua terbesar setelah penyakit jantung. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik dominan yang memicu variasi klaim pasien stroke rawat inap peserta JKN di RS X Sumatera Utara Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan analisis multivariat dengan uji regresi linear. Karakteristik yang dominan berhubungan dengan total klaim pasien stroke adalah kelas perawatan (p-value=0,0005), jenis kepesertaan (p-value=0,0005), lama hari rawat (p-value= 0,004), dan tingkat keparahan ( p-value = 0,0005).

 

Abstract

Refers to IHME study in 2010 about Global Burden of Disease shows that stroke is one of the highest cause of mortality in Indonesia. While the expenditure by BPJS Health for stroke is the 2nd highest after heart disease. This study aims to determine the most dominant characteristics associated with the total claims of stroke patients covered by JKN for inpatient service at X Hospital by doing multivar­iate analysis with variable linear regression method. The most significant characteristics are type of health care, type of membership, length of stay age, and level of severity. The finding shows that X Hospital is still not optimal in providing services for stroke. Some feasible efforts that can be considered are increasing the neurovascular experts and providing better diagnostic equipments in order to deliver the necessary treatment.

 


Keywords


stroke, cost of claims of inpatient stroke, providing of better diagnostic equipments

References


(1) Grebner, Leah A., et. al. 2013. Medical Coding: Understanding ICD–10–CM and ICD–10–PCS. New York: McGraw–Hill.

(2) Kemenkesa. 2013. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

(3) Kemenkesb. 2014. Info Datin: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI – Situasi Kesehatan Jantung. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

(4) Kemenkesc. 2016. Perkembangan dan tantangan JKN. [25 Oktober 2016]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 18 November 2016

(5) Kemenkesd. 2013. Pedoman Pengendalian Stroke. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Subdit Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

(6) Kusuma, Y., et. al. 2009. Burden of stroke in Indonesia. International Journal of Stroke. 4(5): 379-80

(7) OECD. 2016. Estimating Expenditure by Disease, Age and Gender. Organisation for Economic Co-operation and Development. Diakses pada 16 April 2017

(8) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Petunjuk Teknis Sistem Indonesian Case Based Groups (INA-CBGs), PMK RI No. 27 Tahun 2014, BN No.795 Tahun 2014.

(9) Setyopranoto, Ismail. 2011. “Stroke: Gejala dan Penatalaksanaan”. Continuing Medical Education 185, Vol. 38, No.4.

(10) TNP2K. 2015. Program Jaminan Kesehatan Nasional. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Diakses pada 1 November 2016

(11) WHO. 2015. Indonesia : WHO Statistical Profile. [ Januari 2015]. WHO and UN Partners. Diakses 10 November 2016 .

(12) World Bank. 2015. Going Universal: 24 Countries and the “How” of Universal Health Coverage. Washington DC: International Bank for Reconstruction and Development.


Full Text: PDF

DOI: 10.7454/eki.v2i2.2147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.