Sociodemographic Factors to Dengue Hemmorrhagic Fever Case in Indonesia

Desy Nuryunarsih

Abstract


Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a leading cause of hospitalization and death among children. Indonesia is one of those countries categorized by World Health Organization (WHO) as hyperendemicity with four serotypes circulating in urban area. Sociodemographic factors are considered as factors affecting DHF in Indonesia. This study used secondary data downloaded from Province Health Database 2010 of Health Ministry Republic of Indonesia to determine correlation between three sociodemographic factors to DHF incidence. This study used quantitative descriptive correlational methods. Results showed the selected two sociodemographic factors had a linear impact on DHF incidence. Multiple regression multivariate analysis showed least correlation between DHF incidence and three selected sociodemographic factors. However, the univariate regression analysis showed that population density and poverty had significant correlation to DHF, respectively the population density r(4) = 0.843, p value < 0.05 and poverty r(4) = 0.897, p value < 0.05. Variable of age under 15 years old did not have any positive correlation to DHF. It is expected this study may have contribution to DHF prevention programs by helping public health practitioners develop more strategies with respect to the sociodemographic factors.


Abstrak


Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyebab utama rawat inap dan kematian pada anak-anak. Indonesia adalah salah satu negara yang oleh WHO dikategorikan hyperendemicity dengan empat serotipe virus tersebar di daerah perkotaan. Faktor sosiodemografi dianggap sebagai faktor pendukung terjadinya DBD di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder yang diunduh dari Basis Data Kesehatan Provinsi tahun 2010 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menentukan korelasi antara ketiga faktor sosiodemografi dengan insiden DBD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskripsi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua faktor sosiodemografi terpilih memiliki korelasi linier dengan insiden DBD. Analisa regresi multivariat menunjukkan kecilnya korelasi antara insiden DBD dengan sekaligus tiga faktor sosiodemografi terpilih. Akan tetapi, hasil perhitungan analisa regresi univariat menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan kemiskinan memiliki korelasi yang signifikan terhadap DBD. Kepadatan penduduk r(4) = 0,843, nilai p < 0,05, sedangkan kemiskinan r(4)= 0,897, nilai p < 0,05. Variabel usia di bawah 15 tahun tidak memiliki korelasi positif terhadap insiden DBD. Diharapkan penelitian ini dapat memiliki kontribusi terhadap program pencegahan DBD dengan cara membantu praktisi kesehatan masyarakat mengembangkan strategi pencegahan DBD, terutama yang berhubungan dengan faktor sosiodemografi.


Keywords


Dengue hemorrhagic fever, public health, sociodemographic factors

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v10i1.813

Refbacks

  • There are currently no refbacks.