AN ANALYSIS OF THE HEALTHCARE CENTER SYSTEM AS A GATEKEEPER IN 2018

Septiana Maharanti, Puput Oktamianti

Abstract


Abstract. In managed care, primary healthcarecare facilities acts as the gatekeepers, and its success is judged from the number of visits. In the year 2016, the Healthcare Centers in Tangerang was unable to meet the targets set by BPJS healthcare, ideally the visit rate should reach >150‰ and the referral ratio <10%. However, the visit rate only reachd 41‰ and the referral ratio was 29%. In addition, most healthcare centers the nonspecialised referral ratio was above 5%. The purpose of this research is to analyze the healthcare service system as the gatekeepers in managed care. This research is a descriptive analytical study with a qualitative approach. The data was collected through in-depth interviews, examination of documents and observations. Research conducted at healthcare centers and clinics Pedurenan Pabuaran Tumpeng from May-June 2018. From this research we discovered that the low contact lrate was caused be the low first contact levels, continuity, and comprehensiveness. The registering process was also complicated. We also discovered that the lack of human resources also influences the low contact rate.

 

Abstrak. Dalam managed care, pelayanan primer bertugas sebagai gatekeeper, dan keberhasilannya dinilai dari tingginya angka kunjungan dan angka rujukan. Di tahun 2016, Puskesmas Kota Tangerang memiliki pencapaian yang tidak sesuai dengan target yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, karena tingkat kunjungan hanya mencapai 41‰, idealnya >150‰; dan rasio rujukannya sebesar 29%, sedangkan idealnya adalah 10%. Selain itu, sebagian besar Puskesmas memiliki rasio rujukan nonspesialistik diatas 5% yang berarti berada di zona tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem pelayanan puskesmas sebagai gatekeeper di Kota Tangerang pada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pedurenan dan Puskesmas Pabuaran Tumpeng dari bulan Mei-Juni 2018. Dari penelitian ini ditemukan bahwa output angka kontak masih rendah. Pada variabel proses, yang menyebabkan angka kontak rendah adalah angka first contact, continuity, dan comprehensiveness yang rendah, serta proses pendaftaran pasien yang masih rumit. Sedangkan pada variabel input yang menjadi masalah adalah kurangnya sumber daya manusia.


Keywords


Contact rate; Gatekeeper; Tangerang; Primary Healthcarecare; Nonspecialistic referrals

Full Text:

PDF

References


Ijulchaniago. Penguatan Faskes Primer Sebagai Ujung Tombak pelayanan Kesehatan Peserta BPJS kesehatan. 2014. Diunduh dari: https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/post/read/2014/278/Penguatan-Faskes-Primer-Sebagai-Ujung-Tombak-pelayanan-Kesehatan-Peserta-BPJS-kesehatan. Diakses: 12/10/17.

Thabrany, H. dan Ilyas, Y. Dasar-Dasar Asuransi Kesehatan Bagian B. 2005. Diunduh dari: https://www.slideshare.net/Ataw/dasardasar-asuransi-kesehatan-bagian-b-pamjaki. Diakses: 05/21/17.

Oktarina dan Budiarto. Analisis Kesiapan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kalimantan Timur dan Jawa Tengah, Tahun 2014. Bul. Penelit. Litbangkes. Jakarta, 2014.

Wulandari, F.K. dan Achadi, A. Analisis Karakteristik dan Persepsi Pengguna Pelayanan Terhadap Pemanfaatan Puskesmas Sebagai Gatekeeper di Dua Puskesmas Kota Bekasi Tahun 2016. Jakarta, 2017.

BPJS Kesehatan. Laporan Mapping, Kunjungan, Rujukan Divisi Regional IV. Jakarta, 2016.

BPJS Kesehatan. Panduan Praktis Gate Keeper Concept 2938, 7–13. Jakarta, 2014.

Azwar, A. Pengantar Administrasi Kesehatan, Ketiga. ed. Binarupa Aksara, Jakarta. 2014.

U.S Department of Healthcare and Human Services, 2011. Quality Improvement.

Fuanasari, A.D., Suparwati, A., dan Wigati, P.A. Analisis Alur Pelayanan Dan Antrian Di Loket Pendaftaran Pasien Rawat Jalan. e-journal Kesehat. Masy. 2014;2:15–21.

Mcmurchy, D. What area the critical attributes of High-Quality Primary Healthcarecare System? Canadian Healthcare Services Research Foundation. 2009.

Fitriani, S. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Pasien Pengguna BPJS di Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2014.

Abudullah, Sjattar E.L., dan Kadir A.R. Faktor Penyebab Terjadinya Penurunan Jumlah Kunjungan Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Ilm Kesehat Diagnosis 2017;11:382–387.

Rahmi, A.N. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan program pengelolaan penyakit kronis prolanis di bpjs kesehatan kantor cabang Jakarta Timur tahun 2015. Universitas Indonesia. 2015.

Rosdiana AI, Raharjo BB, dan Indarjo S. Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Halmahera, Kota Semarang tahun 2017. HIGEIA (Journal of Public Healthcare Research and Development);1(3): 140-150.

Starfield B. Primary care: Balancing healthcare needs, services and technology. Int J Integr Care. 2001 Jul-Sep; 1: e3.

Haggerty, J.L., Reid, R.J., Freeman, G.K., Starfield, B.H., Adair, C.E., 2003. Continuity of care : a multidisciplinary review. BMJ. 2003 Nov 22; 327(7425): 1219–1221.

Starfield, B. Is primary care essential ? Lancet. 1994 Oct 22;344(8930):1129-33.




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/ihpa.v3i2.2362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.