Analisis Spasial Gizi Kurang Balita di Kota Tangerang Tahun 2019

Nanthyan Khampa Usada, Kartika Sari Wanodya, Nadia Trisna

Abstract

Kekurangan gizi pada balita dapat menyebabkan kematian hal ini dikarenakan balita lebih rentan terinfeksi penyakit. Adapun penyebab tidak langsung gizi kurang yaitu ketahanan pangan di keluarga, pola pengasuhan anak, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Pada tahun 2018 prevalensi gizi kurang balita di Provinsi Banten sebesar 12,6%. Di kota tangerang sendiri terdapat 5.555 kasus atau 5,99% kejadian kasus gizi kurang pada balita pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di Kota Tangerang tahun 2019 dengan menggunakan analisis spasial. Penelitian ini merupakan rancangan deskriptif kuantitatif dan desain studi ekologi menggunakan data sekunder dari Profil Kesehatan Daerah Kota Tangerang Tahun 2019. Data yang diambil meliputi jumlah kasus gizi kurang pada balita, jumlah posyandu, kasus BBLR, jumlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD), jumlah pemberian ASI eksklusif, kasus diare balita, dan kasus pneumonia balita. Proses analisis data terdiri dari analisis data univariat dan analisis spasial. Analisis univariat bertujuan menggambarkan distribusi kasus gizi kurang pada balita di Kota Tangerang pada tahun 2019. Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak SIG yaitu ArcGIS Desktop 10.4.1 dengan metode natural breaks yang membagi menjadi tiga risiko wilayah. Wilayah yang paling berisiko terhadap kejadian gizi kurang pada balita dengan semua faktor adalah Kecamatan Batuceper, Jatiuwung, Karawaci, Larangan, Neglasari dan Periuk. Namun setiap wilayah kecamatan memilik faktor dominan yang berbeda-beda pada kasus gizi kurang balita. Intervensi dan kebijakan perlu dibuat berdasar faktor yang berpengaruh di setiap wilayah.

Keywords

Analisis spasial; gizi kurang balita; sistem informasi geografi (SIG)

References

Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Profil Kesehatan, Dinas Kesehatan, Sampang 2012. Sampang: Dinas Kesehatan; 2013

Notoatmodjo, S. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Andini, EN. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Anak Usia 0-23 Bulan Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) di Wilayah Kerja Puskesmas Karangayu Kota Semarang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2020; 5 (2): 104-112

International Food Policy Research Institute. Copenhagen Consensus Centre dan Global Nutrition Report 2014. Washington DC: International Food Policy Research Institute; 2014.

UNICEF, WHO WB. Prevalence of Underweight, Weight for Age (Percentage of Children Under 5) [Online]. 2019 [Diakses tanggal 10 Januari 2021]. Diunduh dalam: https://data.worldbank.org/indicator/sh.sta. maln.zs.

World Health Organization. Global and Regional Trends by WHO Regions, 1990-2016 Underweight. [Online]. 2017. [Diakses tanggal 10 Januari 2021]. Diunduh dalam: http://apps.who.int/gho/data/view.main.NUTWHOUNDERWEIGH Tv

Kementerian Kesehatan RI. Rencana Aksi Kegiatan Direktorat Gizi Masyarakat Tahun 2020-2025. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

Kementerian Kesehatan RI. Riskesdas Tahun 2018. Jakarta: kemenkes RI; 2019

Sholikah, A. S., Rustiana, E. R., & Yuniastuti, A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di pedesaan dan perkotaan. Public Health Perspective Journal, 2017; 2 (1).

Septiana, R. Hubungan Antara Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2010; 4 (2) : 76-143.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Profil Kesehatan Daerah Kota Tangerang Tahun 2019. [Online]. 2020. [Diakses tanggal 22 Desember 2020]. Di unduh dalam https://dinkes.tangerangkota.go.id.

Chandra, B. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta : EGC; 2009.

Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Kementerian Kesehatan. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2014.

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pneumonia Pada Anak bisa Dicegah dan Diobati. [Onlne]. 2020. [Di akses tanggal 7 Januari 2020]. Diunduh dalam https://www.kemkes.go.id/article/view/20111500001/pneumonia-pada-anak-bisa-dicegah-dan-diobati.html.

Kementerian Kesehatan RI. Buletin Jendel Epidemiologi : Pneumonia Balita. Jakarta: Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi; 2010.

Kementerian Kesehatan RI. Indonesia Tegaskan Komitmen Pencegahan Pneumonia di Forum Internasional. [Online]. 2020. [Di akses tanggal 7 Januari 2021]. Diunduh dalam : https://www.kemkes.go.id/article/view/20013100002/indonesia-tegaskan-komitmen-pencegahan-pneumonia-di-forum-internasional.html

Kementerian Kesehatan. Status Gizi Balita dan Interaksinya. [Online]. 2017. [Diakses tanggal 10 Januari 2021]. Di unduh dalam: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20170216/0519737/status-gizi-balita-dan-interaksinya/

Kementerian Kesehatan. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.

Lanoh, M., Sarimin, S., & Karundeng, M.. Hubungan Pemanfaatan Posyandu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jurnal Keperawatan.2015; 3(2).

WHO. Low Bitrh Weight. [online]. 2014. [Diakses tanggal 10 Januari 2021]. Di unduh dalam: http://www.worldlifeexpentancy.com/cause -of-death/low-birth-weight/by-country/.

Dewi, N. K., Widyasih, H., & Margono, M. Kejadian bayi berat lahir rendah dan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, . 2015; 7(1): 59-63.

Rajashree, K., Prashanth, H., & Revathy, R. . Study on the factors associated with low birth weight among newborns delivered in a tertiary-care hospital, Shimoga, Karnataka. International Journal of Medical Science and Public Health. 2015; 4 (9): 1287.

Cakrawati D, NH M. Bahan Pangan, Gizi, Dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta; 2014.

Sirajuddin, S. Determinan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2013; 8(3) : 99-103.

Permadani, R. Hanim, D. Indarto, D. Risiko Inisiasi Menyusu Dini dan Praktek Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak 6-24 Bulan. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan. 2016; 39(1) : 9-14

Fikawati S, Syafiq A, Karima K. Gizi ibu dan bayi. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2015

WHO. Infant and young child feeding. [Online]. 2011. [Diakses tanggal 10 Januari 2021]. Diunduh dalam: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

Kurnia Widiastuti. Hubungan pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Kampung Kajanan, Buleleng. JST (Jurnal Sains dan Teknologi). 2013; 2(1).

Ferdous F, Das SK, Ahmed S, et al. Severity of Diarrhea and Malnutrition Among Under Five-year-old Children in Rural Bangladesh. Am J Trop Med Hyg. 2013; 89(2) : 223-228.

WHO. World Health Statistics 2010. Geneva: World Health Organization; 2010.

Wahyuni, E. Yorita, E. Anissa, K. Status Gizi Berpengaruh Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita. Jurnal Media Kesehatan. 2019; 12(1) : 030-039

Artawan, Purniti, S. Sidiartha, L. Hubungan antara Status Nutrisi dengan Derajat Keparahan Pneumonia pada Pasien Anak di RSUP Sanglah. Jurnal Sari Pediatri. 2016; 17(6) : 418-22

Unmehopa, A. Priyo, S. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan. 2016; 7(1) : 393-400

Nurbaya, S. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Umur 3- 5 Tahun di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan.2018; 12(2) : 2302-2531.

Ismanto, Y. Pondang, L.. Hubungan Diare dengan Kejadian Malnutrisi pada Balita di Irina E Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Ejournal Keperawatan. 2015; 3(1)

Sirajuddin , Abdullah Tamrin, Rudy Hartono, Manjilala. Pengaruh Paparan Asap Rokok Tehadap Kejadian Berat Badan Lahir Bayi Di Sulawesi Selatan. Jurnal Media Gizi Pangan. 2011; 9(1).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.